KEHILANGAN NILAI EKONOMI MANGROVE

Berdasarkan analisis citra landsat Tahun 2004 dan 2007 telah terjadi penurunan luas areal hutan yang bervegetasi dari 10.005,27 Ha menjadi 9.223,74 Ha atau sekitar 781,53 Ha (6,32%), dengan rata-rata pertahun (2,11 %). Dari luas areal 12.370 Ha berdasarkan citra landsat 2007, areal yang memiliki vegetasi rapat seluas 3.385,52 Ha (27,37 %), areal bervegetasi sedang 1.619,64 (13,09 %),areal bervegetasi jarang dalam kategori rusak seluas 4.218,58 (34,10 %). Tipe hutan ada 2 tipe yaitu hutan mangrove dan hutan rawa belakang (backswamp). Jenis vegetasi ko-dominan adalah R.macronata,R.Apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, Xilocarpus granatum dan Nypa fruticans sedangkan di tipe hutan rawa belakang didominasi jenis Melaleuca sp., Oncosperma tigillarium, Exoecaria agalocha. Nilai ekonomi total dari manfaat yang diberikan Rp.4.914.263.833.390,- atau sekitar Rp.604.479.292,-/Ha/Tahun.

Akibat alih guna lahan seluas 574,03 Ha pada areal bervegetasi yang terdiri dari areal bervegetasi rapat 513,28 Ha, areal bervegetasi sedang 5,18 Ha dan areal bervegetasi jarang 53,58 Ha. Maka nilai ekonomi yang hilang sebesar Rp.330.148.122.815,- . Berdasarkan asumsi pembanding pendapat bersih pelabuhan Belawan rata-rata pertumbuhan pertahun 8 % selama masa operasi 12 Tahun atau sekitar 45,64 % dari dana investasi, maka dengan dana invertasi pada pelabuhan TAA sebesar Rp.218.888.956.272,- maka pada tahun ke-12 (Tahun. 2021) akan memperoleh penghasilan bersih sebesar Rp.556.286.056.687,- atau lebih kecil dari nilai uang yang akan datang pada Tahun ke-12 dari areal hutan yang dijadikan kawasan pelabuhan sebesar Rp.813.369.136.999,- . Sehingga berdasarkan Analisa Benefit Cost Ratio (BCR) = 0,699 < 1 atau NPV ke-12 TAA < NPV Ke-12 HLP-AT [BCR < 1 atau NPV < 0 (negatif)].

Kata Kunci : Prediksi Kerusakan, Valuasi Ekonomi Mangrove, Nilai Ekonomi Hilang,

Leave a Reply