PERDAGANGAN KARBON BAGAI TIPU-TIPU ALA “ABU NAWAS &WAK DOLLA” Abu


Suatu suatu hari yang punya aturan mengwajibkan kepada seluruh warga untuk memasang lampu di semua kendaraan termasuk sepeda padamalam hari, dan hal itu disikapi masyarakat dengan positif untuk mengurangi kecelakan saat malam hari, kecuali satu orang yaitu si Abu Nawas, bagi dia pemasangan lampu dikendaraan adalah menyusahkan yang tentunya akan mengeluarkan biaya tambahan……………. oleh sebab itu dengan tidak kehabisan akal, dia pun pergi ke bengkel sepeda dengan harapan menemukan lampu bekas yang bisa diperoleh secara gratis. Sesampai dibengkel dia menemukan lampu sepeda yang sudah rusak. Kemudian lampu tersebut dia pasang disepedanya. Dengan rasa riang dia pun pulang kerumah.Malam itu si abu nawas hendak berjalan-jalan dengan sepeda kebanggaannya ke kota… ditengah jalan dia lihat ada razia kendaraan yang tidak memakai lampu.. dengan santai si Abu Nawas pun tetap menggayuh sepedanya… dia diberhentikan oleh pak Polisi…

Polisi               : Selamat malam, pak.. ini lagi ada pemeriksaan kelengkapan kendaraan yang tidak memakai lampu di malam hari.

Abu Nawas      : Kenapa saya di berhentikan pak,… kan saya pakai lampu.

Polisi               : Tapi lampu sepeda bapak tidak menyala..

Abu Nawas      : Aturannya kan hanya pakai lampu pak tidak disuruh harus menyala…

Polisi               : ????!!!!!***** (benar juga gumamnya dalam hati)

Polisi               : YA, malam ini bapak kami bebaskan tapi selanjutnya harus “pakai lampu yang menyala”

Abu Nawas      : dengan senyum sambil berlalu……………..

Keesokan harinya pada malam hari , Abu Nawas juga akan jalan jalan ke Kota ……………………

Abu Nawas      : Wah..lampu saya belum menyala ..Nanti ..saya di tangkap Polisi………. dari pada ditangkap Polisi saya bawa lampu petromat ini saja mumpung lagi menyala………

Abu Nawas, pun berangkat ke Kota dengan membawa lampu petromat yang ada di rumahnya di belakang sepedanya. Namun di tengah jalan … Polis juga sedang mengadakan Razia , dan Abu Nawas pun diberhentikan oleh Pak Polisi.

Polisi               : Malam Pak Maaf mengganggu perjalanan bapak, ini lagi ada razia lampu kendaraan..

Abu Nawas      : (dengan wajah Kesal) gimana bapak ini saya pakai lampu di stop, dan saya pakai lampu yang menyala di stop juga

Polisi               : Tapi ini kan bukan lampu sepeda pak ini lampu petromat,

Abu Nawas      : Tapi Sepeda saya kan pakai lampu pak dan saya juga membawa lampu menyala.. aturannya kan lampu sepeda dan lampu menyalah”

Polisi               : ????????? (benar juga)………….ya sudah silakan jalan pak…

Abu Nawas      : dengan bangga berlalu dari hadapan pak polisi.

Keesokan paginya setelah habis  mandi,Abu Nawas pergi ke Kota lagi untuk berbelanja, ditengah jalan dia mampir ke warung kopi dekat pasar dan ketemu sama wak dollah teman lamanya……….terjadi perbicangan anatar mereka berdua, dengan bangganya Abu Nawas menceritakan kejadian tadi malam saat di mengelabuhi Polisi ;

Abu Nawas    : Tadi malam saya mengelabuhi polisi saya tidak bisa ditangkap..saya bohong bohongi saja polisi itu..katanya dengan bangga.

Wak dollah    : Wah hebat kau…bisa kau tipu tipu polisi..

Abu Nawas      : Ia lah……….aaaa kau ngapai pulak kau disini …dolla..santai kali kau….

Wak Dollah      : Biasa lah aku lagi menunggu ajudan ku .,…lagi ku suruh menghitung semua kelapa yang ada diladang itu…kalau nanti panen berapa uang nya ….

Abu Nawas:     : Bah.. hebat kali memang banyak apa kelapa mu..

Wak dollah       : Tidak pulak banyak tapi kalau “semua kelapa” panen banyak lah duitnya…………

Abu Nawas      : weeee.. hebat kali …

Wak dollah       : Aku lapar sekarang ..lupa pulak bawak dompet..kau bayar lah dulu ..makan an ini .. nanti …kalau panen kelapa itu ..banyak duit nya itu………

Abu Nawas pun membayari semua makanan Wak Dollah dengan harapan kalau panen kelapanya dia bisa kebagian duit dari wak dollah. (Sebulan Kemudian)

Abu Nawas      : (ketemu dengan Wak dollah) Apa kabar… wak dollah…gimana cerita kelapa tu..aku lihat sudah banyak nya orang bawak kelapa..sudah panen nya..

Wak dollah       : Sudah lah ….

Abu Nawas      : Mananya.. Kau bilang mau kau kasih aku duit…..

Wak dollah       : Dari mana lah aku ada duit….kerja pun tidak…..

Abu Nawas      : itu kelapa sudah panennya semua

Wak Dollah      : Bukan kelapa ku itu, aku bilangkan kalau panen semua kelapa banyak lah duitnya.. bukan aku bilang kelapa ku….gimana kau ini………

Abu Nawas      : ??????????? (alamak rugi pulak aku bayar makan dia ini…)….dengan muka marah..

Dari cerita diatas kisah Abu Nawas dan Wak Dollah …. dapat menjadi pelajaran bagi kita…  tipu tipu ala abu nawas dan wak dollah…………… adalah tipu tipu kuno yang saat ini masih tetap di terapkan oleh semua orang… pertanyaannya sekarang >>>>>>>>>bagaimana  dengan “PERDAGANGAN KARBON”

Protokol Kyoto dengan mekanisme perdangan karbon diatur dengan 3 (tiga mekanisme) dengan bahasa sederhananya adalah  :

1. Perdagangan Karbon dengan Perubahan Bahan Bakar Fosil dengan bahan bakan selain fosil ; dimana terjadinya perubahan terhadap BB dari fosil (Solar, bensin dll) menjadi bahan bakar  non fosil. Perubahan tersebut mengakibatkan pengurangan emisi karbon .. pengurangan emisi karbon tersebut dapat diperdangankan dengan menghitung berapa karbon yang hilang akibat pengaruh perubahan tersebut.

Contoh ; Industri tekstil tadinya menggunakan tenaga solar, kemudian diubah menjadi tenaga angina tau air. Sehingga tidak menghasilakn karbon dioksida (CO2) dari pembakaran menggunakan minyak solar.

2. Perdagangan Karbon dari Ramah lingkungan atau lebih dikenal CDM, merupakan perdagangan karbon dari perubahan teknologi sehingga berdampak terhadap upaya ramah lingkungan.

Contoh ; Kulkas, AC, Kotoran Ternak  yang tadinya menghasilakan pencemaran lingkungan diubah menjadi teknologi yang ramah lingkungan atau tidak mencemari lingkungan

3. Perdagangan karbon dari upaya mengatasi degradasi dan deforestasi hutan, dimana pada mekanisme ini terlalu memberatkan bagi negara pemiliki lahan hutan yang luas untuk upaya mengatasi atau menanam kembali hutan yang sudah rusak, dimana dibutuhkan biaya yang sangat besar.

Ketiga mekanisme perdagan tersebut telah disepakati dalam protocol Kyoto… pertanyaannya siapa yang beli penangan emisi karbon tersebut ?

Jika semua Negara maju biasa membeli upaya penangan emisi karbon dari ketiga mekanisme diatas, maka masing-masing Negara akan membeli sertifikat karbon (CER) yang dihasilkan dari Negara tersebut siapa yang beli CER dari Indonesia dan Negara berkembang lainnya terutama pemilik lahan hutan atau hutan ? ………….Dapat disimpulkan maka Perdagangan Karbon bisa jadi tipu-tipu Si Abu Nawas.

Belum lagi kita membahas mekanisme perdagangan dengan Bursa CER…..artinya bursa sangat menentukan harga dan peluang terjualnya CER  (Rumit boookkkkkkk)

Untunglah kita tidak kehilangan akal “Wak Dollah” bagaimana jika kita buar REDD. ?

Nah yang menjadi pertanyan apakah kita Abu Nawas  dengan ide REDD atau kita Wak Dollah yang memanfaatkan Perdagangan Karbon

Atau Jangan jangan kita adalah si Abu Nawas dengan ide REDD yang dimakan Wak dollah (Uni Eropa) dengan berbagai proyek pinjamannya Bantuan Hutan Luar Negeri ( bantu kok hutang sih….) .

Kita perlu hati hati……………Mari kita menjadi Pak POLISI (Pakai Otak LIhat posiSI)………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.