KONDISI SISI LAIN KAWASAN HUTAN PRODUKSI

Posted in Hutan Indonesia with tags , , on 18 January 2009 by ja posman napitu

Hutan Produksi (HP) yang merupakan kawasan hutan yang dapat memberikan kontribusi berupa PNBP dari sektor Kehutanan sangat memprihatikan. Banyak kawasan HP kita yang telah mengalami kerusakan, hanya berupa padang alang-alang dan peyerobotan lahan dari masyarakat serta perkebunan sawit liar . Gambar dibawah ini merupakan salah satu sisi dari kondisi kawasan hutan produksi kita dari hasil peninjauan lapangan.

sawit-liar-di-hp1

sawit-liar-di-hp1

perkebunan-sawit-di-hp

perkebunan-sawit-di-hp

3-pemukiman-warga-di-hp1

pemukiman-warga-di-hp

4-jalan-pipa-gas-17-km-di-hp1

jalan-pipa-gas-17-km-di-hp

5-sejauh-mata-memandang-padang-ilalang-di-hp

sejauh-mata-memandang-padang-ilalang-di-hp

rencana-pembukaan-jalan-perkebunan-sawit-di-hp

rencana-pembukaan-jalan-perkebunan-sawit-di-hp

pengngakuan-ulayat-adat-di-hp

pengngakuan-ulayat-adat-di-hp

jalan-aspal-di-hp

jalan-aspal-di-hp

penyerobotan-lahan-oleh-masyarakat-dengan-penanaman-padi-dan-karet

penyerobotan-lahan-oleh-masyarakat-dengan-penanaman-padi-dan-karet

PENGELOLAAN HUTAN DI SUMATERA PADA JAMAN BELANDA

Posted in Hutan Indonesia with tags , , on 12 January 2009 by ja posman napitu

Pengelolaan hutan telah berlangsung dalam waktu lama, pada zaman pemerintahan belanda masih ada di Indonesia pengelolaan hutan telah dilakukan dengan cara yang baik dengan mengikutsertakan pemerintah daerah yang lebih dikenal dengan sebutan “pesirah” dibawah ini merupakan salah satu bentuk dokumen ijin pemanfaatan hutan oleh rakyat jaman Belanda :

surat ijin jaman belanda 1

surat ijin jaman belanda 1

surat ijin jaman belanda 2

surat ijin jaman belanda 2

surat ijin jaman belanda 3

surat ijin jaman belanda 3

surat ijin jaman belanda 4

surat ijin jaman belanda 4

surat ijin jaman belanda 5

surat ijin jaman belanda 5

Cari duit dari Internet

Posted in Hutan Indonesia with tags , , on 9 October 2008 by ja posman napitu

Keindahan Kab.Tapteng

Posted in Gambar-Gambar on 27 August 2008 by ja posman napitu

Jika anda jalan-jalan ke Tapanuli Tengah terutama Kota Sibolga dan Pandan -Tapteng ..akan menikmati keindahan pemandangan laut yang sangat bmenawan.. Anda akan merasa bersyukur akan keagunga Allah, Sang pencipta dengan panorama alam yang sangat indah. Kota Sibolga yang berada di lembah bukit barisan dan langsung berbatasan dengan laut sangat menawqan apabila kita datang dari Tarutung. Keindahan Kota Sibolga dilembah dengan laut yang terbentang luas..suatu pemadangan yang sangat menarik..

Hotel Alami

Hotel Alami

Panorama Sibolga dan Tap-Teng

Posted in Gambar-Gambar with tags , , , on 30 July 2008 by ja posman napitu

Jika anda wisata ke Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah khususnya Pandan…posisi pada gambar dibawah ;

Peta Tap Teng

Peta Tap Teng

Anda akan menikmati keindahan pemandangan yang sangat menawan. Sehingga kekaguman akan Kuasa Sang Pencipta akan terasa dengan panorama alam yang sangat indah. Kota Sibolga yang berada di lembah pegunungan berbatasan langsung dengan laut.  Pada saat memasuki kota Sibolga anda akan disambut dengan pemandangan lainnya yang tidak kalah menarik ; jalan gua, jejeran bukit barisan, air terjun, dll.  Dari pegunungan akan terlihat indahnya Kota Sibolga bila kita datang dari  Tarutung. Silakan berkunjung dan selamat menikmati….

Hotel Alam

Hotel Alam

Ulos Padomuan

Riang

Kerusakan Mangrove Akibat Ombak Kapal

Posted in Hutan Indonesia with tags , , on 28 June 2008 by ja posman napitu
Berbagai kasus kerusakan mangrove akibat ombak (abrasi) sering kita baca di berbagai medis. Namun kerusakan tersebut tidak dapat kita ketahui seberapa besarnya, dan pengaruh yang ditimbulkannya. Kerusakan mangrove akibat arus gelombang memang menjadi hal yang perlu dikaji lebih lanjut. .. Dalam hal ini penulis akan membahas masalah kerusakkan mangrove akibat ombak yang ditimbulkan kapal.. (dibahas pada sesi selanjutnya…!!!)…

KEHILANGAN NILAI EKONOMI MANGROVE

Posted in Hutan Indonesia with tags , , on 25 June 2008 by ja posman napitu

Berdasarkan analisis citra landsat Tahun 2004 dan 2007 telah terjadi penurunan luas areal hutan yang bervegetasi dari 10.005,27 Ha menjadi 9.223,74 Ha atau sekitar 781,53 Ha (6,32%), dengan rata-rata pertahun (2,11 %). Dari luas areal 12.370 Ha berdasarkan citra landsat 2007, areal yang memiliki vegetasi rapat seluas 3.385,52 Ha (27,37 %), areal bervegetasi sedang 1.619,64 (13,09 %),areal bervegetasi jarang dalam kategori rusak seluas 4.218,58 (34,10 %). Tipe hutan ada 2 tipe yaitu hutan mangrove dan hutan rawa belakang (backswamp). Jenis vegetasi ko-dominan adalah R.macronata,R.Apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, Xilocarpus granatum dan Nypa fruticans sedangkan di tipe hutan rawa belakang didominasi jenis Melaleuca sp., Oncosperma tigillarium, Exoecaria agalocha. Nilai ekonomi total dari manfaat yang diberikan Rp.4.914.263.833.390,- atau sekitar Rp.604.479.292,-/Ha/Tahun.

Akibat alih guna lahan seluas 574,03 Ha pada areal bervegetasi yang terdiri dari areal bervegetasi rapat 513,28 Ha, areal bervegetasi sedang 5,18 Ha dan areal bervegetasi jarang 53,58 Ha. Maka nilai ekonomi yang hilang sebesar Rp.330.148.122.815,- . Berdasarkan asumsi pembanding pendapat bersih pelabuhan Belawan rata-rata pertumbuhan pertahun 8 % selama masa operasi 12 Tahun atau sekitar 45,64 % dari dana investasi, maka dengan dana invertasi pada pelabuhan TAA sebesar Rp.218.888.956.272,- maka pada tahun ke-12 (Tahun. 2021) akan memperoleh penghasilan bersih sebesar Rp.556.286.056.687,- atau lebih kecil dari nilai uang yang akan datang pada Tahun ke-12 dari areal hutan yang dijadikan kawasan pelabuhan sebesar Rp.813.369.136.999,- . Sehingga berdasarkan Analisa Benefit Cost Ratio (BCR) = 0,699 < 1 atau NPV ke-12 TAA < NPV Ke-12 HLP-AT [BCR < 1 atau NPV < 0 (negatif)].

Kata Kunci : Prediksi Kerusakan, Valuasi Ekonomi Mangrove, Nilai Ekonomi Hilang,

Persahabatan Dua Dunia Berbeda

Posted in Tentang Hutan with tags , on 31 May 2008 by ja posman napitu

Oh daun… tetes air mata ini tidak dapat menahan rasa lapar…. berikanlah kami selembar daun yang begitu berarti bagi kehidupan kami, buanglah sisa-sisa daun itu … tidak kah kau kasihan lihat si Udang yang tidak henti-henti melompat lompat kelaparan…dan si Kerang yang berguling-guling manahan rasa melilit di lidahnya yang menyeramkan.

Oh daun, terima kasih kami kepada mu selembar daun mu… memberi arti bagi dunia kami di sungai dan laut.. Sekarang si Udang melompat dengan riangnya merasakan kenikmatan rasa si Fitoplankton dan Si Ikan seakan tersenyum menikmati si Zooplankton yang renyah..

Oh daun.. terima kasih ..daun mu telah memberikan kehidupan lain, Daun mu telah menghasilkan si Ikan rata-rata 320 ton ikan pertahun……. untuk disantap… atau si Udang yang telah mencapai 70-80 ton pertahun untk duduk manis di semangkok sup dan tertidur pulas di selembar kerupuk…

Tapi adakah kesedihan yang kau rasakan itu milik kami juga…. jeritan tangisan mu membuat hati ini seakan ter-iris memilukan.. atau kah tangisan itu buat teman kita yang duduk manis menikmati secangkir kopi di balik baju berdasi, tersenyum melihat dunia mu.. hancur……

Oh Sobat mengapa mereka mengira, Jika dunia mu tidak ada artinya …………hanya si kecil berwana hijau yang lama kelamaan menguning, jatuh dan tidak berarti..hanya si kecil yang dapat di injak dan diremat hingga hancur berkeping keping..yang telah memberi makan si Ikan, Si Udang, Si Kepiting, Si Kerang, Si Cumi-cumi, serta Si Otong dan Si Butet…..

Total Nilai Ekonomi Manfaat Langsung

Posted in Hutan Indonesia with tags , , on 30 May 2008 by ja posman napitu

Total nilai ekonomi manfaat langsung yang diperoleh dari HLP-AT berdasarkan komponen masing-masing produk langsung yang diambil sebesar Rp. 1.322.884.168,- rinci nilai ekonomi langsung dapat dilihat pada Tabel

Tabel Nilai Ekonomi Manfaat Langsung HLP-AT

nilai manfaat langsung mangrove

Sumber : Data Primer

Nilai ekonomi manfaat langsung secara aktual (real) yang diperoleh dari HLP-AT belum termasuk potensi per hektar HLP-AT, yang belum dimanfaatkan (standing stock) nilai manfaat langsung akan lebih besar.

Dampak Alih Guna Lahan Hutan Lindung

Posted in Hutan Indonesia with tags , on 30 May 2008 by ja posman napitu

Pembangunan sarana dan prasarana pendukung pelabuhan dengan memanfaatkan areal Hutan Lindung seluas 600 Ha, mengakibatkan alih guna lahan areal bervegetasi hutan dan ekosistemnya. Kegiatan penebangan pohon, penggalian parit-parit, penimbunan merupakan sebagian kegiatan memberikan dampak terhadap hutan. Hasil survei lapangan pembangunan pelabuhan berada pada areal bervegetasi rapat seluas 447 ha. Rencana pembanguan jalan raya dan rel kereta api yang akan dibuat berdekatan membutuhkan luas 153 Ha. Hasil olahan data primer dan sekunder yang diperoleh, pembangunan pelabuhan dan jalan/rel mengakibatkan areal hutan bervegetarsi rapat akan memberikan “dampak” sebesar 515,28 Ha atau sekitar 15,22 % dari luas kawasan hutan bervegetasi rapat. Luas hutan bervegetasi sedang mengalami “dampak” sebesar 5,18 Ha atau 0,32 % dan luas hutan bervegatsi jarang yang mengalami “dampak” sebesar 53,58 Ha atau 1,27 %. Sehingga total luas kawasan hutan bervegetasi (vegetasi rapat, vegetasi sedang dan vegetasi jarang) yang mengalami “dampak” sebesar 574,03 Ha atau 16,81 %. Dampak terhadap area bervegetasi dapat dilihat pada Gambar Grafik Batang.

Alih Guna Lahan

Sumber : Data Primer

HLP-AT yang memiliki luas 12.370 Ha hanya memiliki 9,223,74 Ha areal yang bervegetasi, sisanya merupakan areal pemukiman,lahan kosong,rawa,tubuh air dan tambak. Dari luas areal bervegetasi 9.223,74 Ha tersebut 3.385,53 Ha atau 36,79 Ha merupakan areal bervegetasi rapat atau kategori “baik” dan 4,218,58 Ha atau 45,74 % merupakan areal bervegetasi jarang atau dalam kategori “rusak”.

Pengolahan data terlihat bahwa 515,28 Ha atau 15,22 % hutan yang memiliki vegetasi rapat akan mengalami “dampak” ditambah 5,18 Ha atau 0,32 % dari hutan bervegetasi sedang dan 1,27 % dari hutan bervegtasi jarang.